..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Utang PLN ke Pertamina Capai Rp 20,448 Triliun
Thursday; 29 April 2010 [Maman Surahman] - Ekonomi dan Keuangan Reads : 44

Jakarta - Nilai utang PT PLN (Persero) kepada PT Pertamina (Persero) dari penjualan BBM hingga 26 April 2010 mencapai Rp 20,448 triliun.
"Berdasarkan catatan Pertamina 20,448 triliun. Tapi angka ini akan terus berubah," ujar Vice Presiden Communication Pertamina, Basuki Trikora Putra saat dihubungi detikFinance, Rabu (28/4/2010).
Sebelumnya, Direktur utama PLN Dahlan Iskan mengakui konsumsi BBM untuk mengoperasikan pembangkit milik perseroan memang terus mengalami peningkatan seiring dengan berkurangnya pasokan gas sebesar 100 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD) di PLTGU Muara Tawar.
Menurut Dahlan, pengurangan pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk tersebut telah menyebabkan BUMN migas tersebut harus mengalokasikan tambahan dana sebesar Rp 5,9 triliun dalam setahun.
"Kalau dapat 100 MMSCFD berarti kita tidak usah beli BBM lagi untuk Muara Tawar," kata Dahlan.
Direktur Keuangan PLN, Setio Anggoro Dewo menambahkan, untuk menekan pembengkakan anggaran tersebut maka perseroan mengusulkan untuk mengadakan tender terbuka dalam pengadaan tambahan BBM sebagai dampak pengurangan gas tersebut.
"Kami usulkan tender terbuka agar bisa hemat dari tambahan tersebut. Tapi yang komitmen dengan Pertamina kita tidak ganggu gugat. Kita berharap minimal bisa hemat Rp 200 miliar. Karena kehilangan gas nilainya Rp 5,9 triliun maka dengan tendernya bisa ditekan jadi Rp 5,7 triliun dalam setahun," paparnya.
10 Previous News in Ekonomi dan Keuangan
10 Next News in Ekonomi dan Keuangan
- 6 Tips Tahun Baru Tanpa Utang Baru
- IHSG Sideways, Buru ASII, BBCA dan BBRI
- Is it the end of Euro?
- Di Bidang Ekonomi, Indonesia Kian "Terjajah"
- Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Bisnis yang Lahirkan Orang Kaya Baru RI
- Siapa Lebih Untung, Mandiri atau BCA?
- China Tuding AS Penyebab Perang Mata Uang
- China Naikkan Tingkat Suku Bunga 25 Bsp
- China Jadikan Solo "Kota Maskot Dagang"
- Harga Apartemen Orchid Melonjak (Palembang)
Comment for Utang PLN ke Pertamina Capai Rp 20,448 Triliun
Thursday, 29 April 2010; Maman Surahman say :
biasa klo ngutang mau tapi bayar ga mau...
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


