..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Harga Beras Membumbung Tinggi
Sunday; 25 July 2010 [Mukofa] - Ekonomi dan Keuangan Reads : 177

Liputan6.com, Jakarta: Harga kebutuhan pokok di Kota Cilegon, Banten, terus melambung. Di Pasar Baru dan Pasar Keranggot, misalnya, kenaikan beras terjadi hampir setiap hari akibat minimnya pasokan dari petani.
Harga beras IR-64 kualitas medium naik dari Rp 5.200 jadi Rp 6.000 per kilogram. Sedangkan beras Pandan Wangi naik menjadi Rp 8.000 per kilogram. Beras jenis Ramos, C-4 serta beras lokal berkualitas rendah juga ikut naik.
Selain beras, harga telur ayam juga melonjak akibat tingginya pembelian masyarakat. Telur dijual Rp 17.000 per kilogram, naik Rp 4.000 dari harga normal.
Kenaikan harga juga terjadi di Subang, Jabar. Harga beras naik Rp 1.000-Rp 1.500 dalam sepekan terakhir. Beras IR-42 kini dijual Rp 7.700 per kilogram, sementara Pandan Wangi Rp 8.500 per kilogram. Kondisi ini terjadi akibat banyak petani gagal panen.
Di Bandung, Jabar, berkurangnya pasokan menyebabkan harga daging ayam membumbung ke level Rp 26.000, naik Rp 6.000 dari harga normal. Kenaikan ini dikeluhkan penjual maupun pembeli. Sementara itu di Bantul, Yogyakarta, lebih dari 20 hektare tanaman padi milik petani ludes akibat diserang hama tikus. Para petani mengaku rugi jutaan rupiah [baca: Diserang Hama Tikus, Petani Gagal Panel].(WIL)
10 Previous News in Ekonomi dan Keuangan
- Darmin Disodori Kontrak Politik Komisi XI
- Domain Khusus Porno Akhirnya Disetujui
- Industri Porno Siap Menolak Flash
- Seekor Kakatua Mengalahkan Pelaku Bursa Saham
- Sulbar Bangun Pabrik Pengelolaan Kakao di Mamuju
- Utang PLN ke Pertamina Capai Rp 20,448 Triliun
- TDL Naik, Pemerintah Janji Tak Ada Lagi Byar Pet
10 Next News in Ekonomi dan Keuangan
- 6 Tips Tahun Baru Tanpa Utang Baru
- IHSG Sideways, Buru ASII, BBCA dan BBRI
- Is it the end of Euro?
- Di Bidang Ekonomi, Indonesia Kian "Terjajah"
- Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Bisnis yang Lahirkan Orang Kaya Baru RI
- Siapa Lebih Untung, Mandiri atau BCA?
- China Tuding AS Penyebab Perang Mata Uang
- China Naikkan Tingkat Suku Bunga 25 Bsp
- China Jadikan Solo "Kota Maskot Dagang"
- Harga Apartemen Orchid Melonjak (Palembang)
Comment for Harga Beras Membumbung Tinggi
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


