..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Lihat Anas di TV, Guru Ngajinya Beristigfar
- Anas: Serangan Adalah Vitamin untuk Kesehatan
- Kisah Tukang Sampah Indonesia di Stasiun Televisi Inggris
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk
- Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Ahmad Dhani Tak Boleh Komentari Ayu Ting Ting
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Akhirnya, Mobil Murah Daihatsu Meluncur Tahun Ini
- Toyota 86 Masuk Indonesia Juni 2012
- Mobil termurah jadi yang termahal
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
- Ups.. Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Mobil Tawon siap meluncur ke pasar
Thursday; 15 July 2010 [Lee Kim Phing] - Otomatif Reads : 1058

Bisnis Indonesia -
Kehadiran mobil merek Indonesia tampaknyasegera terwujud, menyusul rencana PT Super Gasindo Jaya memasarkan dua model Tawon mulai Juli 2010. Menilik harga dan kualitas produknya, Super Gasindo Jaya menjadi pabrikan pertama yang sejalan dengan program low cost and green car. Untuk menopang langkah itu, PT Super Gasindo Jaya telah menanamkan investasi sebesar Rp 150 miliar untuk memperkuat proses perakitan berkapasitas 150 unit perbulan.
Dua model yang segera diluncurkan pabrikan lokal yang berbasis di Rangkas Bitung, Lebak, Banten, itu adalah hatchback seharga Rp48 juta per unit, dan pikap seharga Rp40 juta per unit on the road DKI Jakarta. Njoto Kuntoaji, GM Super Gasindo Jaya, mengatakan mobil Tawon mengusung mesin bahan bakar bensin dan ba-han bakar compresed natural gas (CNG), dan sudah memenuhi standar Euro III sehingga ramah lingkungan.
Dengan kapasitas mesin 650 cc, mobil Tawon transmisi manual memiliki 4-percepatan dan dapat dipacu hingga kecepatan 100 km per jam. Produk ini Menperin upayakan insentif bagi prinsipalsudah dikembangkan sejak 2007 dan diproduksi pada 2009 dengan tingkat kandungan lokal sebesar 90%.
"Kami akan mulai menjual secara massal. Kami akan mulai program marketing Mudik Bersama Tawon untuk pemasaran pada Juli," ujarnya di sela-sela Pameran Produk Industri Alat Transportasi dan Pendukungnya di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, kemarin. Super Gasindo Jaya yang telah mengantongi izin nomor mesin, dan nomor rangka kendaraan bermotor akan memperkuat pemasarannya dengan membidik segmen komersial armada transportasi massal bajaj sebagai pasar potensial.
Njoto menegaskan perusahaan sudah mendapatkan rekomendasi dari Direktorat Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) untuk menggantikan posisi bajaj sebagai kendaraan umum di Ibu Kota. Namun, hingga saat ini Pemprov
DKI Jakarta belum menerbitkan keputusan terkait dengan rekomendasi itu. "Kami tidak tahu kenapa. Pak Gubernur Fauzi Wibowo belum ada keputusannya, jadi kami belum bisa bergerak, padahal mobil Tawon lebih efisien," katanya.
Adapun dari sisi penguatan produksi, Super Gasindo Jaya masih membutuhkan investasi tambahan sekitar Rp60 miliar-Rp 100 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksi mencapai 600 -2.000 unit per bulan. "Kami membutuhkan tambahan investasi ini untuk mengantisipasi permintaan yang meningkat. Mudah-mudahan saat mulai berjualan pada Juli mendatang, kami bisa naikkan produksi," kata Njoto Kuntoaji.
Super Gasindo Jaya sebagai produsen mobil Tawon memiliki jejak panjang. Kuntjoro Njoto, ayah dari Njoto Kuntoaji sekaligus pendiri Super Gasindo Jaya, memiliki reputasi dalam mengembangkan truk untuk kepentingan perkebunan dan pertambangan pada 1960-an.
Tawon merupakan salah satu dari anggota Asosiasi ndustri Automotive Nusantara (Asia Nusa). Merek lain yang tergabung dalam wadah para produsen mobil mikro di Indonesia ini adalah Anna, Fin Komodo, GEA, [TM, Wakaba, dan Boneo. "Kami berharap merek-merek prinsipal jangan masuk ke micro car," kata Ketua Umum Asia Nusa Ibnu Susilo. Di samping mereka, sejumlah merek yang sudah mapan memang siap memanfaatkan program low cost and green car, seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, dan Nissan.
Basis produksi Program low cost and green car merupakan bagian upaya mewujudkan ambisi menjadikan Indonesia sebagai basis produksi otomotif di kawasan regional, seiring implementasi Asean Economic Community pada 2015. Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyatakan tengah melobi Menku agar memberikan insentif fiskal untuk menarik minat investor menggarap program itu, seperti skema PPN ditang-gung pemerintah untuk jangka waktu tertentu.
Apabila Indonesia menjadi basis produksi para prinsipal maka industri komponen dan penunjangnya akan bangkit. Apalagi, komponen lokal kendaraan bermotor itu mencapai 80%. "Jangan sampai nanti pada 2015 kita belum siap dan Indonesia menjadi tempat jualan orang lain. Saya ingin start pada tahun depan," tegasnya.
Saat ini, Indonesia berpeluang memanfaatkan momentum di tengah kemungkinan pelarian modal dari Thailand yang tengah didera krisis politik.
"Saya bukan bilang akan memanfaatkan [krisis Thailand] tetapi lebih menjadikan momentum. Apakah ada potensi pelarian modal dalam hal ini? Saya katakan iya," tukasnya.
Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hadi Suryadipradja menilai adanya peluang bagi Indonesia untuk menarik aliran modal di sektor otomotif dan industri pendukungnya terkait dengan situasi di Thailand.
Peluang itu memang selalu ada, tetapi sukses memanfaatkannya bergantung pada seberapa cepat pemerintah merespons.
Sementara itu, beberapa tantangan masih menghadapi, seperti infrastruktur yang belum kuat, lemahnya keterkaitan industri perakit dengan komponen, dan belum optimalnya peran lembaga pendukung seperti pusat diklat, pusat engineering, dan perguruan tinggi. (sULmunawaroh @bisnls.co.id)
OLEH SITI MUNAWAROH
10 Previous News in Otomatif
- Produsen mobil Tawon investasi Rp150 miliar
- Mobil Murah China, Cukup Rp 40 Juta
- Bebek Matik Honda Meluncur 20 Juli
- Produksi Mobil Murah Daihatsu Tunggu Pemerintah
- Mobil Super Buatan Sendiri
- GT Radial Luncurkan Ban Ramah Lingkungan Pertama Buatan Indonesia
- Cara Baru Menyetir: Pakai Mata Bukan Tangan
- Vespa dengan Mesin Injeksi 150 cc dari Piaggio
- Skutik Paling Mewah Honda Segera Lahir
- Motor Misterius Honda Memang Bebek Matik
10 Next News in Otomatif
- Akhirnya, Mobil Murah Daihatsu Meluncur Tahun Ini
- Toyota 86 Masuk Indonesia Juni 2012
- Mobil termurah jadi yang termahal
- 1 Euro untuk 100 km
- Motor Alien dari Besi Tua
- Honda Recall 600 Unit Jazz dan City di Sumut-Aceh
- Nissan Juke: Mobil Compact dengan Cita Rasa SUV
- Nissan Rilis Varian Baru Livina Family
- Mobil Klasik Terlangka Di Dunia Pecahkan Rekor Lelang
- Lamborghini Sesto Elemento, Mobil Paling Mahal?
Comment for Mobil Tawon siap meluncur ke pasar
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


