..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Perbanas: BI Seperti Ibu yang Keguguran Sebelum Dilahirkan
Thursday; 05 August 2010 [Mukofa] - Ekonomi dan Keuangan Reads : 91

Jakarta - Redenominasi atau penyederhanaan nominal mata uang yang menjadi wacana Bank Indonesia (BI) harus dipersiapkan dengan sangat matang. Pasalnya, efek psikologis masyarakat akibat rencana tersebut sangat besar sehingga perlu diperhatikan.
"Soal redenominasi jangan sekali-kali ceroboh dan mengabaikan dampak sosial dan psikologis dari kebijakan ini," ujar Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono ketika berbincang dengan detikFinance di Jakarta, Rabu (04/08/2010).
Sigit menilai, redenominasi adalah sebuah tindakan besar yang berdampak sangat luas dan pada masyarakat. "Seharusnya dibuat perencanaan yang rinci dan matang, dikoordinasikan antara BI dan Pemerintah dan melibatkan semua pemangku kepentingan yang lain seperti kalangan perbankan dan dunia usaha," kata Sigit.
Dan yang paling penting, lanjut Sigit adalah sosialisasi harus dilakukan secara terencana dan melibatkan semua elemen masyarakat. "Masyarakat kita dari Sabang sampai Merauke itu sangat beragam latar belakang pendidikan, dan beragam tingkat pemahamannya mengenai masalah uang, perbankan, dan perekonomian," ungkap Sigit.
Lebih lanjut Sigigt mengungkapkan, dari segi gagasan sebetulnya sangat baik karena tujuannya untuk memudahkan masyarakat bertransaksi dan dalam jangka panjang akan terjadi efisiensi secara nasional.
"Misalnya semua perhitungan di kalkulator, komputer, mesin kasir, alat tera seperti pompa BBM. Belum lagi memori komputer, cetakan dalam kertas akan lebih hemat ruang kalau nominal uang berkurang 3 angka nol," tutur Sigit.
"Geger peristiwa rencana denominasi ini ibaratnya BI seperti seorang ibu yang keguguran bayinya sebelum dilahirkan. Ironisnya sang suami (Pemerintah) pun tidak tahu kapan bayi akan lahir, di mana akan dilahirkan dan bagaimana proses kelahirannya," imbuh Sigit.
Lebih lanjut Sigit menuturkan, belajar dari peristiwa ini maka suatu kebijakan sebaiknya direncanakan dengan matang, dikoordinasikan, dikomunisasikan, dan disosialisasikan dengan baik.
(dru/dnl)
10 Previous News in Ekonomi dan Keuangan
- Harga Beras Membumbung Tinggi
- Darmin Disodori Kontrak Politik Komisi XI
- Domain Khusus Porno Akhirnya Disetujui
- Industri Porno Siap Menolak Flash
- Seekor Kakatua Mengalahkan Pelaku Bursa Saham
- Sulbar Bangun Pabrik Pengelolaan Kakao di Mamuju
- Utang PLN ke Pertamina Capai Rp 20,448 Triliun
- TDL Naik, Pemerintah Janji Tak Ada Lagi Byar Pet
10 Next News in Ekonomi dan Keuangan
- 6 Tips Tahun Baru Tanpa Utang Baru
- IHSG Sideways, Buru ASII, BBCA dan BBRI
- Is it the end of Euro?
- Di Bidang Ekonomi, Indonesia Kian "Terjajah"
- Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Bisnis yang Lahirkan Orang Kaya Baru RI
- Siapa Lebih Untung, Mandiri atau BCA?
- China Tuding AS Penyebab Perang Mata Uang
- China Naikkan Tingkat Suku Bunga 25 Bsp
- China Jadikan Solo "Kota Maskot Dagang"
- Harga Apartemen Orchid Melonjak (Palembang)
Comment for Perbanas: BI Seperti Ibu yang Keguguran Sebelum Dilahirkan
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


