..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Unjuk Rasa Merebak, Tolak Bahasa Resmi China
Wednesday; 11 August 2010 [Lee Kim Phing] - Berita Manca Negara Reads : 60

Pengunjuk rasa ingin agar dua dialek bahasa China dibiarkan tetap berdampingan.
VIVAnews - Ratusan orang turun ke jalan di Hong Kong, Minggu 1 Agustus 2010. Mereka melakukan aksi untuk menentang usulan pemerintah China yang akan menjadikan bahasa China dialek Mandarin, dan bukan Kanton, sebagai bahasa resmi negara. Aksi serupa sudah digelar pekan lalu di kota Guangzhou, China daratan.
Para demonstran berjalan menuju kantor pemerintah. Mereka ingin agar dua dialek bahasa China dibiarkan tetap berdampingan, dan menuntut pemerintah melindungi kebudayaan Kanton.
"Kami ingin menyatakan dukungan bagi rekan-rekan kami di Guangzhou dalam upaya mereka untuk melindungi budaya Kanton dari segala ancaman eliminasi budaya," kata Choi Suk Fong, penanggung jawab aksi seperti dikutip dari laman Straits Times.
Peserta demonstrasi mengenakan kaos dengan sebuah logo yang berbunyi: Kalian ingin kami diam! Kami akan berbicara lebih keras menggunakan bahasa Kanton!"
Aksi ini digelar setelah sebuah lembaga penasihat politik di Guangzhou bulan ini menyampaikan usulan pada birokrat agar stasiun televisi setempat menyiarkan tayangan-tayangan utama dalam bahasa Mandarin menjelang ajang Asian Games di China pada November mendatang.
Otoritas China mengatakan, mengadopsi bahasa resmi China, yang juga dikenal dengan sebutan Putonghua, akan meningkatkan persatuan, menempa lingkungan yang baik untuk berbahasa, dan membantu pengunjung pergelaran Asian Games yang tidak bercakap dalam bahasa Kanton.
Usulan itu menimbulkan ketakutan di antara penutur Kanton akan masa depan sebuah bahasa yang merupakan bahasa asli sekitar 70 juta orang di Hong Kong, Makau, dan provinsi Guangdong. Bahasa Kanton juga banyak dituturkan oleh komunitas China di mancanegara. (hs)
• VIVAnews
10 Previous News in Berita Manca Negara
- Keperawanan Calon Dokter Laku Rp 2,8 Miliar
- Kisah Zimbabwe Redenominasi 10 Miliar Dolar jadi 1 Dolar
- Hacker Ungkap Kelemahan GSM
- Tuntut Kenaikan Upah, 100 Buruh Digebuk
- Banjir di Pakistan Tewaskan 1.100 Orang
- Taliban Rebut Distrik Strategis di Afghanistan Timur
- Timor Leste Tolak Jadi Pusat Pengungsi
- Korea Selatan Kembangkan Rudal Jelajah Jarak Jauh
- Gamelan Masuk Kurikulum Pendidikan AS
- "Si Jomblo" (Sempat) Tersandung Diplomasi
10 Next News in Berita Manca Negara
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- Ingin Jadi Penjelajah Waktu, Siswi Bunuh Diri
- Glass Beach, Pantai Berpasir Kaca di California
- Kejadian Langka, Ketika Negara Gurun Pun Ketiban Salju
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Israel Meralat: Rencana Serang Iran Masih Jauh
Comment for Unjuk Rasa Merebak, Tolak Bahasa Resmi China
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


