..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Minuman Isotonik Tidak Cocok untuk Sahur
Friday; 13 August 2010 [Maman Surahman] - Kesehatan Reads : 77

Jakarta, Saat ini marak iklan agar mengonsumsi minuman isotonik saat sahur. Tapi sebaiknya masyarakat tidak terkecoh, karena minuman isotonik justru sebaiknya dihindari saat sahur.
"Larutan isotonik sebenarnya diindikasikan untuk menggantikan cairan atau ion tubuh yang hilang melalui keringat akibat berolahraga atau beraktivitas berat. Sementara pada saat sahur orang justru baru bangun tidur dan tidak mengalami kehilangan banyak cairan," ujar Dr H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM dalam rilisnya, Jumat (13/8/2010).
Dr Ari menuturkan sahur biasanya dilakukan saat seseorang baru bangun tidur sekitar jam 3-4 pagi. Pada kondisi normal, saat baru bangun tidur orang tidak akan mengalami kehilangan cairan dan elektrolit. Sehingga jelas bahwa larutan isotonik tidak dibutuhkan saat seseorang sahur.
Larutan isotonik yang beredar dimasyarakat umumnya berisi unsur gula, ion atau elektrolit antara lain natrium, kalium, kalsium, magnesium dan klorida. Bahkan ada juga beberapa larutan isotonik yang ditambahkan dengan vitamin.
Unsur-unsur ini kata Dr Ari ada konsekuensinya. Seperti gula yang terkandung harus diperhitungkan sebagai asupan kalori, terutama bagi orang yang memiliki obesitas atau diabetes melitus yang harus membatasi asupan kalorinya.
Sedangkan elektrolit natrium (Na) yang dikonsumsi berlebihan bisa memperburuk tekanan darah pada orang yang memiliki hipertensi.
Begitu pula dengan tambahan elektrolit lain pada larutan isotonik akan memperburuk fungsi ginjal seseorang yang memang sudah memiliki gangguan ginjal sebelumnya.
"Sebagian produk isotonik ini ada juga yang berasa asam, hal ini tentu saja akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada orang yang memiliki masalah lambung," ujar dokter dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM.
Dr Ari memberikan contoh salah satu pasiennya yang berusia 60-an tahun merasa mual dan nyeri di uluhati setelah mengonsumsi salah satu minuman isotonik saat menjelang imsak. Pasien ini akhirnya terpaksa membatalkan puasanya. Pasien ini menuturkan alasannya mengonsumsi minuman isotonik karena takut kehilangan cairan dan ion selama ia berpuasa.
"Padahal menurut saya pasien ini dan keluarganya tidak membutuhkan larutan isotonik tersebut," ungkap Dr Ari.
Menurut Dr Ari seharusnya pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menertibkan iklan-iklan yang menyesatkan seperti minum larutan isotonik saat sahur.
Sementara Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Dr Ir Roy Alexander Sparringga M.App.Sc ketika dikonfirmasi tentang maraknya iklan-iklan makanan dan minuman yang dikonsumsi tidak pada tempatnya itu, mengaku masih mempelajari masukan dari masyarakat.
"Saya akan mempelajari dan memperhatikan terlebih dahulu mengenai hal ini," ujar Dr Roy ketika dikonfirmasi usai jumpa pers obat tradisional di kantor BPOM, Jl Percetakan Negara, Jakarta.
Masyarakat diharapkan lebih kritis dan tidak mudah terkecoh oleh ajakan-ajakan iklan yang tidak tepat, sehingga tidak merugikan diri dan kesehatannya sendiri.
10 Previous News in Kesehatan
- 5 Hal Penyebab Rambut Jadi Cepat Ubanan
- Tips Mengatasi Sakit Gigi dan Gigi Berlubang
- Narkolepsi, Repotnya Menghalau Serangan Tidur Mendadak
- Perempuan Berpayudara Terbesar di Dunia Berjuang untuk Hidup
- Mengapa Pria Mimpi Basah?
- Menelan Pil KB Hilangkan Bulu di Tubuh
- Resep manjur untuk reumatik
- Pasangan Mendengkur Tanda Seks Buruk
- Buah yang Boleh dan Tak Boleh untuk Penderita Diabetes
- Mengapa Pria Lebih Kuat Saat Bercinta?
10 Next News in Kesehatan
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
- Ups.. Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin
- Ssst Seks Ternyata Bikin Cantik Lho
- Tak Selamanya Jus Buah dan Sayur Itu Sehat
- Usir Lemak Perut Berlebih dengan 5 Makanan Ini
- 5 Kunci Pencegahan Diabetes
- Tidak Setiap Tidur di Bulan Puasa Itu Ibadah
- 10 Penyakit Teraneh di Dunia
Comment for Minuman Isotonik Tidak Cocok untuk Sahur
Saturday, 14 August 2010; Badrun Taher say :
Memang banyak sekali iklan yang menyesatkan, mempengaruhi cara berfikir logis, kalau sekedar aneh dan musykil mungkin hanya bikin ketawa aja
tapi kalau menyesatkan, bikin orang sakit ...bahkan mate...gimana ?
Monday, 16 August 2010; Maman Surahman say :
Setuju tuh....kebanyakan iklan ga sesuai dengan apa yg dijual..hanya mngejar keuntungan semata tidak memperdulikan akibatnya..
Monday, 16 August 2010; Hanin Faiha Aqilah Fatien say :
itulah iklan..........
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


