..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Da`i: Pejabat Malaysia Sulit Dihubungi Akhir Pekan
Wednesday; 25 August 2010 [Hanin Faiha Aqilah Fatien] - Berita Nasional Reads : 123

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Malaysia, Dai Bachtiar, mengaku kesulitan menghubungi pejabat-pejabat Malaysia pada akhir pekan, termasuk terkait penuntasan insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh polisi Negeri Jiran itu.
"Sulit berkomunikasi di hari Minggu di Malaysia. Makanya sesudah belum memperoleh informasi akurat pada 14 Agustus (Sabtu), kita berusaha maksimal untuk mencari keterangan langsung ke lapangan dengan bantuan Bapak Konsul Jenderal (Konjen di Johor)," ungkapnya saat diberi kesempatan Menlu Marty Natalegawa menambahi penjelasannya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR RI, di Gedung DPR Jakarta, Rabu.
Menurut Da`i Bachtiar, dirinya mendapat laporan peristiwa itu (penangkapan atas tiga petugas KKP) terjadi pada Jumat malam tanggal 13 Agustus 2010 malam.
"Langsung saya coba kontak pihak Kepolisian Malaysia untuk mengonfirmasi, tetapi rata-rata jawabannya, mereka belum tahu," katanya.
Informasi yang belum diperoleh, termasuk dari kalangan Kepolisian Malaysia pada tanggal 14 Agustus 2010, menurutnya, mendorong pihaknya bersikap proaktif, dengan melakukan sejumlah aktivitas di luar kebiasaan (konvensi).
"Soalnya pihak polisi mereka pun belum tahu soal ini, baik melalui percakapan via telepon, SMS dan keterangan langsung di lapangan. Akhirnya pada 15 Agustus ada informasi (dari pihak polisi), bahwa tiga petugas KKP ditangkap karena masalah tertentu yang mereka buat di wilayah perairan mereka," paparnya.
Namun, Dai Bachtiar bersikukuh, urusan ada pelanggaran wilayah, nanti diselesaikan berikut.
"Yang sekarang kami konsern, harus dilepaskan dulu tiga petugas KKP itu yang menjalankan tugas negara kami. Kita tidak pernah membicarakan tentang tujuh nelayan, konsern terhadap pelepasan tiga petugas KKP. Dan mereka pun tidak pernah mengangkat soal para nelayan itu," ungkapnya.
Baru nanti setelah tanggal 17 Agustus, demikian Dai Bachtiar, baru mereka mengatakan tentang penahanan tujuh nelayan Malaysia oleh Polri.
Tidak Dibenarkan
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa menyatakan, tidak boleh dibenarkan sama sekali apalagi memberlakukan diplomasi `tukar guling` warga dengan pihak asing, termasuk terkait `Insiden Bintan` baru-baru ini.
"Itu (diplomasi barter atau tukar guling) tidak benar dan tidak boleh dibenarkan, dan sama sekali kami tidak melakukan (terkait pelepasan tujuh nelayan Malaysia yang ditangkap di perairan Indonesia dan dilepasnya tiga petugas KKP Indonesia oleh Polisi Malaysia)," katanya di hadapan para anggota Komisi I DPR RI.
Ia berulangkali menegaskan dan meyakinkan para anggota Komisi I DPR RI dari berbagai fraksi tersebut, sama sekali tidak ada wacana atau rencana dan kemungkinan mengenai masalah `barter`.
"Itu tidak pernah masuk dalam pikiran kami dan tidak pernah dibayangkan," katanya dan beberapa kali minta semua ini akan dijelaskan lebih lanjut oleh Duta Besar (Dubes) RI di malaysia, Da`i Bachtiar dan Konsul Jenderal (Konsul) RI di Johor, Malaysia.
Rapat Komisi I DPR RI yang dimulai sekitar pukul 10.10 WIB itu, dipimpin langsung Ketua Komisi I yang baru, Mahfudz Siddiq dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, didampingi beberapa wakil ketua, seperti Tubagus Hasanuddin (Fraksi PDI Perjuangan), Hayono Isman (Fraksi Partai Demokrat) dan mayoritas anggota.
10 Previous News in Berita Nasional
- Satu Perampok Medan Ditangkap?
- Pasangan Tuna Netra Pencipta Alquran Braille
- Runtuhnya Ritel CD Raksasa Tanah Air
- PPP: Tak Perlu Interpelasi untuk Kasus Bintan
- Pria Ini Miliki Payudara Sebesar Bola Sepak
- Mike Tyson Menangis di Tanah Suci
- Oktober, Danareksa Terbitkan Obligasi Rp500 M
- Ini Sanksi Demokrat Terhadap Ruhut Sitompul
- Tuntut Pembebasan Petugas DKP, Situs Malaysia Diusili
- 71 Situs Indonesia Dikerjai 'Hacker'
10 Next News in Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Wapres: Pengeras Suara Azan Perlu Diatur
- May Day, Ribuan Pendemo Siap Guncang Jakarta
- Perusahaan Istri Anas Tak Lagi Banyak Order
- Pagi Ini, Aceh Digoyang Gempa 4 Kali
- Cihui! Ada Tambahan 20 Unit KRL Eks Jepang
- Ini Draf Koalisi yang Disodorkan ke Gerindra dan Hanura
- Golkar-PDIP Kompak Tinggalkan Ruang Lobi
Comment for Da`i: Pejabat Malaysia Sulit Dihubungi Akhir Pekan
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


