..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Diaspora, Penantang Serius Facebook
Monday; 30 August 2010 [Lee Kim Phing] - Teknologi dan Sejarah Reads : 56
150.jpg)
Jakarta - Facebook banyak dikritik karena beberapa fiturnya dianggap mengabaikan privasi pengguna. Sebagai 'jawaban' atas kondisi ini, sebuah jejaring sosial bernama Diaspora yang berbasis open source pun siap dirilis.
Dalam keterangannya, Diaspora didesain sebagai sebuah jejaring sosial yang memberi kekuasaan penuh kepada penggunanya atas data mereka sendiri. Jejaring sosial ini rencananya akan resmi dirilis pada 15 September mendatang.
Diaspora dikembangkan oleh tim yang terdiri empat orang mahasiswa Universitas New York, yakni Daniel Grippi, Maxwell Salzberg, Raphael Sofaer, dan Ilya Zhitomirskiy. Proyek pengembangan Diaspora ini konon bernilai US$ 200.000 (sekitar Rp 1,8 miliar).
Dikutip detikINET dari BBC, Senin (30/8/2010), tim pengembang Diaspora mengatakan bahwa jejaring sosial bikinan mereka akan berbasis open source, dimana tiap orang bisa melihat, memodifikasi, dan bahkan memberikan kontribusi perubahan.
"Kami menghabiskan waktu untuk berkonsentrasi membangun sebuah sharing yang jelas dan kontekstual. Jadi pengguna bisa memutuskan konten apa yang akan mereka bagi pada rekan kerjanya, dan apa yang akan dibagi pada teman minumnya.
"Kami tahu itu menimbulkan masalah besar pada user interface, namun kami akan berusaha keras mengatasinya," demikian pernyataan resmi tim pengembang Diaspora dalam blognya.
Ide pembuatan Diaspora ini muncul awal tahun ini di saat Facebook banyak dikritik karena dianggap mengabaikan kepentingan privasi penggunanya.
"Kami ingin menempatkan pengguna kembali memegang kendali dari apa yang mereka bagi," tukas Maxwell Salzberg, salah satu pendiri Diaspora.
Memang sulit membayangkan bagaimana Diaspora ini nantinya mampu menjadi penantang serius bagi Facebook, yang telah digunakan 500 juta user di seluruh dunia dan kini bernilai ekonomis sekitar US$ 33 miliar (sekitar Rp 297 triliun).
Namun uniknya, salah satu orang yang ikut menyumbangkan dana pengembangan Diaspora adalah CEO Facebook sendiri, Mark Zuckerberg.
( feb / rou )
10 Previous News in Teknologi dan Sejarah
- Baru Sehari, Telepon Gmail Tembus Sejuta Panggilan
- Eksekutif Microsoft Tuntut 11 Raksasa TI
- Ada Shinta dan Jojo di Eksis Meter Nokia
- Malware Tersembunyi di File Image
- Google Siapkan Mata Uang Virtual Sendiri
- BlackBerry Gemini 3G Meluncur di Indonesia
- LG dan Samsung memamerkan layar OLED tembus pandang
- Asteroid Setara 100 Bom Nuklir Ancam Bumi
- Akan Ada Fenomena Langka 3 Planet dan Hujan Meteor
- Benarkah Mars Mendekat ke Bumi 27 Agustus?
10 Next News in Teknologi dan Sejarah
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Montesquieu dan Awal Sejarah Politik Modern
- Konsep Mobil Listrik Murah dari Tata
- Touch Screen vs. Touch Free Screen
- Duo Ponsel Android Dual SIM dari Samsung
- Permintaan Tinggi, Samsung Bikin Galaxy S II Dual SIM
- Wi-Fi, Si Rakus Pemakan Energi Baterai
- Ahmad Wahib: Perbedaan Ilmuan Sains Alam dan Ilmuan Sains Sosial
Comment for Diaspora, Penantang Serius Facebook
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


