..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Lihat Anas di TV, Guru Ngajinya Beristigfar
- Anas: Serangan Adalah Vitamin untuk Kesehatan
- Kisah Tukang Sampah Indonesia di Stasiun Televisi Inggris
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk
- Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Ahmad Dhani Tak Boleh Komentari Ayu Ting Ting
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Akhirnya, Mobil Murah Daihatsu Meluncur Tahun Ini
- Toyota 86 Masuk Indonesia Juni 2012
- Mobil termurah jadi yang termahal
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
- Ups.. Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Mengerikan, Macet Bisa Sampai Sembilan Hari
Tuesday; 24 August 2010 [Lee Kim Phing] - Berita Manca Negara Reads : 62

Masalah itu disebabkan berbagai hambatan, seperti banyaknya mobil dan sejumlah proyek
VIVAnews - Kemacetan super parah terjadi di luar ibukota China, Beijing. Semua mobil dan truk harus mengantri sepanjang 100 km untuk bisa sampai ke Beijing. Yang mengkhawatirkan, kemacetan ini sudah terjadi selama sembilan hari di sebagian jalur utama Beijing-Tibet.
Dalam siaran Senin, 23 Agustus 2010, stasiun televisi pemerintah China hanya mengabarkan bahwa kemacetan di jalan Beijing-Tibet itu mulai berangsur normal. Menurut harian The Global Times, kemacetan yang parah terjadi antara Kota Jining di Kawasan Mongolia Pedalaman dan Huai'an di Provinsi Hebei, yang terletak di barat laut Beijing.
Menurut laman stasiun televisi BBC, masalah itu disebabkan berbagai hambatan, seperti banyaknya mobil yang menuju Beijing dan sejumlah proyek galian maupun perbaikan jalan.
Menurut media setempat, proyek itu harus dilakukan untuk menambal lubang-lubang di jalan akibat sering dilalui truk berbeban besar. Proyek perbaikan jalan diperkirakan seluruhnya selesai pada pertengahan September.
Situasi itu pun dimanfaatkan sejumlah orang untuk mengeruk keuntungan. Di jalur antara Beijing dan Jining, para pedagang menjual makanan dan minuman dengan harga yang sangat tinggi, sehingga kian menambah kesal para pengendara, yang terpaksa menunggu sekian untuk bisa sampai ke tujuan.
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi China yang pesat, jalur-jalur lintas provinsi pun semakin dipadatai kendaraan bermotor. Kendati pemerintah sudah membangun jalan-jalan baru, namun itu belum bisa secara layak menampung kapasitas kendaraan bermotor, yang jumlahnya terus bertambah.
• VIVAnews
10 Previous News in Berita Manca Negara
- Perempuan Muslim Gugat Disneyland
- Hawa Panas Diduga Tewaskan Ribuan Orang di Moskow
- Seorang Pria Mengamuk dengan Pistol di Restoran, Empat Orang Tewas
- PM Jepang Minta Maaf Sebabkan Banyak Orang Sengsara Selama Perang Dunia II
- Facebook Sudah Mencapai Titik Jenuh
- Ayam Tertua di Dunia Ada di China
- Unjuk Rasa Merebak, Tolak Bahasa Resmi China
- Keperawanan Calon Dokter Laku Rp 2,8 Miliar
- Kisah Zimbabwe Redenominasi 10 Miliar Dolar jadi 1 Dolar
- Hacker Ungkap Kelemahan GSM
10 Next News in Berita Manca Negara
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Israel Meralat: Rencana Serang Iran Masih Jauh
- Delapan dari Sembilan Pejabat China adalah Ilmuan
- Tertelan Selama 25 Tahun, Pena Masih Bisa Dipakai Menulis
- Subhanallah...Ada Bayi Lelaki di Brasil Lahir dengan Dua Kepala
- Mau Serang Iran? Israel Sama Saja Bunuh Diri!
- Bola Misterius Ditemukan di Namibia
- Ilmuwan Makin Dekat Temukan 'Partikel Tuhan' yang Bisa Jelaskan Asal Usul Dunia
Comment for Mengerikan, Macet Bisa Sampai Sembilan Hari
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


