..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Suter Racing Terpukul dengan Kematian Pembalap Tomizawa
Monday; 06 September 2010 [Hanin Faiha Aqilah Fatien] - Berita Olahraga Reads : 329

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO--Tim Suter Racing merasa benar-benar 'hancur' dengan kematian pembalap mereka yang baru berusia 19 tahun, Shoya Tomizawa, pada kejuaraan balap motor dunia Moto2 di San Marino GP, Ahad (5/9).
Tomizawa sedang melaju dengan kecepatan tinggi sebelum tergelincir di tikungan dan dihantam dari belakang oleh Alex de Angelis dan Scott Redding, yang juga terguling tetapi tidak mengalami cedera serius. Pembalap Jepang itu tewas karena cedera di dadanya setelah dilarikan ke rumah sakit lokal.
"Shoya lebih dari sahabat bagi kami. Ia seperti anggota keluarga kami," kata CEO Suter Racing Eskil Suter dalam pernyataannya. "Ia dicintai siapa saja dan saya amat menyesalkan insiden tragis ini.''
Suter menyatakan de Angelis dan Redding tidak memiliki kesempatan untuk menghindarkan tabrakan dengan Tomizawa.
"Saya juga menyesalkan kejadian yang menimpa De Angelis dan pmebalap kami Scott Redding," kata Suter. "Selain cedera di tulang punggungnya, Scott tidak mengalami cedera serius lain."
"Tetapi dari sisi mental, De Angelis amat terguncang dan merasa hancur tetapi itu bukan kesalahannya,'' jelas Suter. ''Ini membuktikan balapan berbahaya dan lintasan sirkuit harus lebih diamankan dari waktu ke waktu.''
Pembalap berusia 13 tahun juga tewas dalam perlombaan kecil sebelum berlangsung Indianapolis MotoGP pada lomba GP Agustus lalu.
Juara bertahan MotoGp, Valentino Rossi, yang kakinya patah dalam kecelakaan sebelum perlombaan Italia Grand Pric, Juni lalu, menyayangkan terjadi kecelakaan ini. ''Tapi inilah yang dapat terjadi, Shoya dalam kehidupan sehari-hari amat menyenangkan, kecelakaan itu mengerikan."
Rossi pernah memimpin para pembalap untuk menghormati kematian temannya dari Jepang, Daijiro Kato. Kato tewas dalam kecelakaan di Jepang Grand Prix pada 2003.
10 Previous News in Berita Olahraga
- Juara di San Marino, Pedrosa Kian Ancam Lorenzo
- Meski Cedera, Del Potro Ikut AS Terbuka
- Optimisme Benzema di Musim Kedua
- Sao Paulo Bantah Deal Hernanes
- Paul si Gurita Terancam Digoreng Warga Jerman
- Indra Gunawan Berangkat ke Hongaria
- Percantik Rumah dengan Kotoran Sapi (Catatan dari Afsel)
- Jangan Benci Vuvuzela
- Pencak Silat Warnai Piala Dunia
- Dunia Jagokan Brasil
10 Next News in Berita Olahraga
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk
- Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil
- Boaz dan Busthomi Langsung Diminati Klub Malaysia
- Sepuluh Gol Tercepat di Liga Champions
- Perahu Naga Terima Total Bonus Rp 39,6 Miliar
- Ketimbang Top Scorer, Gonzales Incar Malaysia
- Berbatov Penta Gol, MU Akuisisi Sunggasana
Comment for Suter Racing Terpukul dengan Kematian Pembalap Tomizawa
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


