..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Harga Emas Melesat Dekati US$ 1.300
Thursday; 23 September 2010 [Lee Kim Phing] - Ekonomi dan Keuangan Reads : 141

Harga emas kembali melonjak dan semakin mendekati level psikologis US$ 1.300 per ounce. Demikian pula harga perak yang nyaris mendekati harga tertingginya dalam 30 tahun terakhir.
Pada perdagangan Rabu (22/9/2010) di pasar spot AS, harge emas menembus US$ 1.296,10 per ounce sebelum akhirnya surut ke level US$ 1.290,90 per ounce atau berarti terjadi kenaikan hingga 0,4% dalam sehari. Sementara harga emas berjangka tercatat naik US$ 17,80 menjadi US$ 1.292,10.
Harga perak juga menembus titik tertingginya di US$ 21 per ounce, hampir berada di titik tertinggi dalam 30 tahun.
Harga emas diuntungkan oleh terus melemahnya dolar AS. Mata uang dolar AS tercatat kembali tertekan setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengatakan siap untuk memompakan lagi miliaran dolar ke pasar finansial guna mendorong perekonomian AS agar semakin pulih setelah diterpa resesi.
Dolar AS tercatat melemah atas euro. Mata uang tunggal euro tercatat sempat mengut ke US$ 1,3440 dolar sebelum akhirnya surut ke level US$ 1,3395 dolar. Pelemahan dolar AS membuat investor mencari tempat lindung investasi di tengah ketidak pastian ekonomi.
"Kebijakan pengenduran yang kuantitatif kemungkinan berlanjut sehingga akan membuat dolar AS melemah. Anda melihat euro dan emas akan menguat bersamaan untuk pertama kalinya setelah sekian lama," ujar Fran McGhee, analis dari Brokerage Services seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/9/2010).
(qom/qom)
10 Previous News in Ekonomi dan Keuangan
- Kisah Eddy 'Menyulap' Saham Aqua ala Warren Buffet
- PayBox.me, Alat Pembayaran Online Baru, gratis $50 dollar
- Bapepam Harus Paparkan Biaya Pembentukan OJK
- Menkop: Penambahan Anggaran KUKM 2011 Belum Disetujui
- Awas, Beberapa Saham Sudah Jenuh Beli
- Tur Ekowisata yang Sangat Menjanjikan
- Etiqa Takaful Bukukan Laba 107 Juta Ringgit
- Berkompetisi Dengan Inspirasi ala Pengrajin Gerabah Bantul
- Perbanas: BI Seperti Ibu yang Keguguran Sebelum Dilahirkan
- Harga Beras Membumbung Tinggi
10 Next News in Ekonomi dan Keuangan
- 6 Tips Tahun Baru Tanpa Utang Baru
- IHSG Sideways, Buru ASII, BBCA dan BBRI
- Is it the end of Euro?
- Di Bidang Ekonomi, Indonesia Kian "Terjajah"
- Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Bisnis yang Lahirkan Orang Kaya Baru RI
- Siapa Lebih Untung, Mandiri atau BCA?
- China Tuding AS Penyebab Perang Mata Uang
- China Naikkan Tingkat Suku Bunga 25 Bsp
- China Jadikan Solo "Kota Maskot Dagang"
- Harga Apartemen Orchid Melonjak (Palembang)
Comment for Harga Emas Melesat Dekati US$ 1.300
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


