..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Lihat Anas di TV, Guru Ngajinya Beristigfar
- Anas: Serangan Adalah Vitamin untuk Kesehatan
- Kisah Tukang Sampah Indonesia di Stasiun Televisi Inggris
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk
- Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Ahmad Dhani Tak Boleh Komentari Ayu Ting Ting
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Akhirnya, Mobil Murah Daihatsu Meluncur Tahun Ini
- Toyota 86 Masuk Indonesia Juni 2012
- Mobil termurah jadi yang termahal
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
- Ups.. Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Mereka de Jure DPR, Tapi de Facto Dewan Penipu Rakyat
Thursday; 02 September 2010 [Lee Kim Phing] - Berita Nasional Reads : 55

Den Haag - Pembangunan gedung megah DPR RI bukan kebutuhan mendesak. Ini makin menambah panjang daftar skandal moral para anggota DPR RI, seperti suap, korupsi, perselingkuhan, penghamburan uang rakyat berkedok studi banding, titip tandatangan hadir sidang, kerakusan dan kebiadaban perangai lainnya.
Hal itu disampaikan Dr. Sofjan Siregar, MA di Den Haag dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu malam atau Kamis pagi (2/9/2010) WIB.
"Hampir setiap hari semua kebobrokan mereka tunjukkan terang-terangan seperti terekspos media di tanah air. Hal ini terjadi pada semua parpol, baik dari parpol nasionalis maupun parpol Islam," ujar Sofjan, pengajar pada Universitas Islam Eropa di Rotterdam.
Terkait penghamburan uang rakyat untuk rencana pembangunan gedung baru yang mau dilengkapi fasilitas spa segala, menurut Sofjan, DPR selalu mencari pembenaran dengan alasan bahwa proyek tersebut sudah dianggarkan dalam APBN tahun lalu.
"Alasan Ketua DPR RI Marzuki Alie bahwa pembangunan gedung baru itu merupakan reformasi DPR, sungguh merupakan kebodohan sekaligus pembodohan politik publik. Karena reformasi bukan pada gedung, tapi pada sistem, birokrasi, sikap dan perangai anggota DPR," tandas Sofjan.
Lanjut Sofjan, nampaknya logika dan cara pikir Marzuki Alie sudah rusak, karena mengaitkan reformasi dengan benda mati dan bangunan gedung. Padahal reformasi itu tidak ada kaitannya dengan benda, tapi dengan perbaikan sikap dan kinerja manusia anggota DPR RI. Bukan gedungnya!
Diingatkan bahwa Indonesia sama sekali tidak memerlukan gedung baru DPR. Gedung baru bukan kebutuhan prioritas mendesak, karena DPR sekarang masih memiliki gedung lebih dari cukup di Senayan, Nusantara I sampai V.
"Alasan Sekretriat BURT DPR yang mengatakan bahwa tidak ada hubungan rakyat miskin dengan pembangunan gedung baru DPR, sungguh ini lebih bodoh dan melecehkan rakyat pembayar pajak. Bukankah uang itu diambil dari uang rakyat?" cecar Sofjan.
Dia mengusulkan agar APBN 2011 ditinjau ulang secara total. Semua item yang melebihi nilai Rp100 juta harus disebutkan dengan jelas untuk apa, diumumkan ke publik sesuai dengan UU, rakyat punya hak tahu informasi tentang penggunaan uang negara, dan pejabat terkait wajib memberikan info ke publik.
Menurut Sofjan, untuk sekarang DPR harus menganulir rencana pembangunan gedung baru. DPR tidak perlu menunggu rakyat marah, rakyat turun tangan menduduki gedung DPR seperti waktu pelengseran Suharto dan membuang badut-badut wakil rakyat masa itu.
"Jika DPR tetap bertahan membangun gedung baru itu, maka de jure DPR tapi de facto adalah Dewan Penipu Rakyat," demikian Sofjan.
(es/es)
10 Previous News in Berita Nasional
- Ical: Golkar Harapkan Ketegasan Pemerintah Hadapi Malaysia
- RI Lebih Lama Hilang Kesabaran pada Malaysia
- Bantu Yayasan, Telkomsel 'Masuk Penjara'
- Daihatsu Xenia dari Ketupat Cetak Rekor MURI
- Presiden Akan Layangkan Surat ke Malaysia
- Gempa 5,2 SR di Laut Bengkulu
- Pemerintah Disarankan Konfrontasi Terbuka dengan Malaysia
- Patrialis Akbar Rela 'Digebuki'
- Da`i: Pejabat Malaysia Sulit Dihubungi Akhir Pekan
- Satu Perampok Medan Ditangkap?
10 Next News in Berita Nasional
- Lihat Anas di TV, Guru Ngajinya Beristigfar
- Anas: Serangan Adalah Vitamin untuk Kesehatan
- Kisah Tukang Sampah Indonesia di Stasiun Televisi Inggris
- Eksekusi Rp 5 M Tuntas, Angie Merapat ke Ruang Wayan Koster
- Pengemudi Xenia Pesta Miras dan Ineks Sebelum Menebar 'Maut'
- Ditolak Penerbit Lokal, Novel Mahasiswa Bandung Sukses di Pasar Internasional
- Pengadaan Kalender DPR Senilai Rp 1,3 Miliar
- Buat Anggaran Tak Masuk Akal, Setjen DPR Harus Direformasi Total
- Marzuki Konsultasikan Pemberhentian Sekjen DPR
- Mainkan Pistol, Anggota Brimob Tembak Saudara Sendiri
Comment for Mereka de Jure DPR, Tapi de Facto Dewan Penipu Rakyat
Friday, 03 September 2010; Badrun Taher say :
DPR=Dewan Penipu Rakyat.
Anggaran Pendidikannya sudah sesuai tuntutan,tapi rakyatnya masih bisa ditipu yah?
DPR nya yang pinter bangat,apa rakyatnya yang bodoh banget? makanya kalau pinter mending di luar negeri aja biar bisa ngomongin gitu, kalau di dalam pasti ikutan berjamaah membodohi rakyat.
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


