..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Budaya Valentine Buang-buang Uang dan Dimanfaatkan untuk Zina
Monday; 14 February 2011 [Hanin Faiha Aqilah Fatien] - Life Style Reads : 102

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH-- Puluhan pelajar yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) menolak perayaan "valentine day" karena dinilai bertentangan dengan ajaran Islam.
"Hari valentine yang dirayakan setiap 14 Februari itu bukan budaya Indonesia dan bertentangan dengan ajaran Islam serta lebih banyak mudharat dibandingkan manfaatnya," kata Ketua DPP KAPMI Aceh, Muhammad Zamzami di Banda Aceh, Ahad.
Untuk menentang penolakan perayaan hari kasih sayang itu, para aktivis KAPMI yang didominasi remaja putri menggelar aksi damai sambil berorasi di bundaran Simpang Lima Banda Aceh.
Dalam aksi yang mendapat pengawalan aparat keamanan, aktivis KAPMI juga membagi-bagikan selebaran penolakan perayaan hari valentine. Menurutnya, perayaan valentine juga akan membuang tenaga, uang dan parahnya lagi banyak remaja yang memanfaatkan hari itu untuk berbuatan zina.
Pemerintah dan ulama juga diminta mengeluarkan fatwa melarang perayaan valentine didaerah yang telah memberlakukan hukum syariat islam itu. "Dengan didasari Peraturan daerah (qanun) tentang syariat Islam, saya kira pemerintah dan ulama dapat mengeluarkan fatwa atau imbauan melarang adanya kegiatan hura-hura pada perayaan valentine itu," katanya.
Ia juga mengatakan banyak pelajar Muslim ikut-ikut merayakan hari valentine bahkan ucapan "selamat hari valentine" menjadi kalimat berharga dan wajib diucapkan pada setiap 14 Februari.
"Tidak hanya mengucapkan selamat hari valentine, mereka juga saling kirim kartu dan bunga, menghadiahi berbagai asesoris yang melambangkan hari valentine. Ini mereka lakukan karena tidak mengetahui latar belakang atau sejarah lahir hari kasih sayang bagi warga non-Muslim," kata Muhammad Zamzami.
10 Previous News in Life Style
- Kisah Empat Remaja Inggris Menemukan 'Kehidupan' Dalam Islam
- Risiko Pura-pura Capai Kepuasan Bercinta
- Baru Lahir, Bayi pun Sekarang Sudah Eksis di Facebook
- Puluhan Pasien Masuk RSJ akibat Cinta
- Jumlah Ponsel Kalahkan Populasi Penduduk
- Orang AS Doyan Ngeseks Sambil Internet-an
- Bermain Game Bagus buat Pasangan
- Perempuan Sekarang Lebih Cepat Puber?
- Wanita 72 Tahun Ini Masih Aktif "Ngeseks"
- 3 Langkah Hindari Rayuan Playboy
10 Next News in Life Style
- Hati-hati Membawa Tas Bermerek Palsu!
- Apa Hukumnya Banyak Nonton TV Saat Puasa?
- Peraturan Baru, Hamil di Luar Nikah Didenda 40rb Per Hari
- Dosa Besar Akibat Membaca Ramalan Bintang
- Kebiasaan Orang Yang Merugikan Badannya
- Giliran Keju dari ASI Dibuat
- Asmara Pun Bersemi di Istana Kepresidenan
- Meninggal Mendadak Usai 'Permak' Bokong
- Tradisi Kencan di Lima Negara Untuk menambah wawasan, tips-tips ini akan berguna bila Anda berkencan dengan ekspatriat
Comment for Budaya Valentine Buang-buang Uang dan Dimanfaatkan untuk Zina
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


