..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Sidungu yagn pura-pura bodoh
Tuesday; 08 March 2011 [Rahmad H] - Motivasi Reads : 107

Ketika tuntutan dibacakan oleh jaksa, dia marah besar. Meski pengacara-pengacara terkenal menyarankan agar jangan sekali-kali mengaku, pria itu telah dengan jujur mengakui perbuatannya. ”Saya telah berbicara dengan jujur bahwa memang saya telah menjorokkannya.Tetapi saat dia terjatuh, saya buruburu mengucapkan maaf. Saya sudah minta maaf, tetapi ia keburu meninggal,”ujarnya. Sontak jawaban pria lugu yang dihukum mati itu beredar dengan cepat di dunia maya dan dia dapat julukan baru ”Si dungu yang pura-pura bodoh”.
Dia diberi julukan ”dungu” oleh para pengacara terkenal karena tidak menuruti nasihat mereka. Sudahlah. ”Dalam kasus kriminal jangan sok pintar dengan banyak berbicara,” ujar seorang mantan lawyer. ”Dengan banyak bicara, memberi konferensi pers, berargumentasi, melayani pertanyaan- pertanyaan wartawan, Anda cuma ingin kelihatan pintar. Padahal orang seperti itu bodoh dan akan terlilit oleh lidahnya sendiri,” ujar lawyer lain. Lawyer itu juga memberi saran, ”Diam itu emas, dan jangan sekali-kali mengaku apa pun perbuatanmu.”
Saran seperti itu rupanya sudah beredar luas di kantong sejumlah pengacara di sini. Bahkan menurut sejumlah artis dan koruptor yang tertangkap tangan, taktik ini efektif untuk mengelabui hakim.Adapun pria yang dihukum mati di China dengan julukan orang dungu yang bodoh itu dihukum karena berpura-pura pintar. Orang ini diberi julukan dungu karena dia benar-benar bodoh dengan mengambil tindakan membunuh orang yang tak bersalah, dan dia menyampaikan maaf setelah orang itu mati dengan harapan dia akan dibebaskan dari hukum. Dia dianggap berpura-pura bodoh karena merasa dirinya pintar.
Elite yang Bodoh
Cerita di atas sebenarnya tidak ada bedanya dengan para pemimpin yang berpura-pura pintar mengelabui masyarakat. Saya katakan berpurapura pintar karena perlakuan mereka benar-benar bodoh. Anda mungkin bertanya-tanya dalam hati selama setahun terakhir ini: Leadership macam apa pula yang dimainkan para politisi dan elite kita? Kita belajar bahwa kepemimpinan dibentuk oleh karakter, bukan oleh televisi.Televisi hanya membentuk Anda menjadi populer. Tetapi populer sebagai apa, itu soal lain.
Sebagai apa itu adalah urusan karakter.Tentu saja karakter ini sulit dipoles, apalagi disembunyikan. Karakter terbaca dalam bahasa tubuh dan intonasi, di samping hal-hal apa yang secara faktual dilakukan seseorang. Elite yang bodoh akan beranggapan leadership muncul karena kemampuannya berpidato dan berdebat di depan kamera televisi. Mereka lupa bahwa perilaku mereka muncul secara kasatmata di manamana. Ada masanya mereka tak bisa mengontrol atau menyembunyikan kebengisan,kerakusan, dan kekuasaan yang dikedepankan.
Saat mereka berebut mikrofon,bertepuk tangan sambil berdiri menertawakan teman sendiri yang kehilangan muka,atau saat terdesak menerima serangan reporter senior televisi.Kita saksikan semua itu di balik rekaman televisi. Semakin defense dan menunjukkan seolah-olah dirinya benar, semakin terlihat kedunguannya. Mereka ini juga pantas di sebut ”si dungu yang berpura-pura bodoh”saat menjorokkan negaranya ke jurang kehancuran. Dengan membuat sulit pemerintahan, berarti mereka juga membuat hidup kita semua menjadi lebih sulit.
Hidup kita menjadi tidak maju-maju dan mereka hanya mencontohkan kebencian dan kebohongan. Alih-alih membantu,malah mengacaukan. Saat saya katakan mereka telah menjorokkan negaranya ke dalam jurang, mereka berdalih saya telah berlebihan. ”Yang saya jorokkan itu orangnya, lawan saya,pemimpinnya, bukan negara ini.” Saya menjadi semakin bingung. Bagaimana negara bisa bekerja kalau pemimpin yang ”terlalu baik” diganggu terus? Terlalu baik atau lembek sudah semakin tidak jelas.
Saya juga tak habis pikir, kita menjadi senang melihat bangsa ini tampak bodoh. Teman saya yang kebetulan menjadi politisi di Senayan menolak disebut sebagai si dungu. Alasannya, dia menjorokkan negara ke jurang karena negara ini dipimpin oleh orang yang tidak tegas. Saya perhatikan raut mukanya saat dia berbicara panjang lebar. Saya pun berkesimpulan bahwa si dungu ini mulai berpura- pura pintar.
Rupaya dia mulai mengikuti saran pengacara: Jangan mengaku! Di Pantai Kuta, sore hari tanggal 1 Maret, saya menyaksikan berita yang mengentertain berita kekecewaan Presiden terhadap partai-partai koalisinya. Saat itu politisipolitisi yang berpura-pura pintar terlihat menutupi ketegangan mereka dengan bicara seenaknya. Mereka berdalih. Negara dijorokkan ke jurang karena ada kejahatan.
Mereka berdalih, koalisi terjadi bukan karena mau mereka, melainkan karena mereka diajak.Mereka mengaku perbuatan mereka tidak melanggar kesepakatan dan seterusnya. Kepala saya semakin pusing. Saya lebih terhibur menonton Tukul yang kesulitan mewawancarai Pak Bolot yang berpura-pura tuli daripada menyaksikan dagelan politik yang tidak mendidik bagi masa depan leadership bangsa ini.
Apa mereka tidak tahu bahwa koordinasi saja sudah menjadi barang mahal di sini? Kalau koordinasi sulit,buatlah koalisi yang kecil itu menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Saya matikan televisi dan mengajak mahasiswa saya berbicara: ”Jauhilah dirimu dari orang bodoh yang pura-pura pintar. Sebab mereka akan mencelakakan hidupmu. Mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu.[]Harian Seputar Indonesia
10 Previous News in Motivasi
- Kesalahan Orang Tua Saat Mendisiplinkan Anak
- Anak Yang Luarbiasa
- Inilah Kepanjangan 7 Hari dalam Seminggu (Tips menghadapi hari2)
- Rahasia Usir Lapar di Malam Hari
- Cara Membuat Gigi Yang Kuning Menjadi Putih Berseri
- Daftar Kode - kode bank di Indonesia
- mengatasi insomnia - tidak bisa tidur malam
- Mengenal Stres Anak dan Bantuan Mengatasinya
- Tips Pertolongan Pertama Luka Bakar
- TAHUKAH ANDA? Peraturan jika PESAWAT terlambat / delay
10 Next News in Motivasi
- Polisi yang Menilang Sahabatnya
- Memaafkan Diri Sendiri!
- Sebuah Cerita yang Bagus &Menyentuh se X !!!
- Tahun Ajaran Baru, Perekrutan Baru, Jundi-jundi Baru, Semangat Baru…
- Perubahan Itu Berawal dari Bawah
- Jangan Benci Aku, Mama......
- Riset: Orang Culun di SMA Biasanya Sukses
- PARANOID DENGAN MASJID
- Gadis Amerika itu Bersyahadah di Dalam Bis Kota
Comment for Sidungu yagn pura-pura bodoh
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


