..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Intel: Umar Patek Diringkus di Pakistan
Wednesday; 30 March 2011 [Hanin Faiha Aqilah Fatien] - Berita Manca Negara Reads : 107

WASHINGTON, KOMPAS.com - Umar Patek, buron kasus bom Bali I tahun 2002, diringkus di Pakistan. Penangkapannya diharapkan berguna bagi intelijen untuk menelusuri organisasinya dan kemungkinan rencana serangan berikutnya.
Sumber-sumber intelijen menyebutkan, Umar Patek yang dianggap sebagai tokoh Jamaah Islamiyah terkait Al Qaeda itu diringkus awal tahun ini di Pakistan.
Namun belum jelas apakah Pakistan juga bermasalah dengan Umar Patek, ataukah penangkapannya merupakan hasil dari kegiatan intelijen. Belum jelas juga soal apa yang sesungguhnya dikerjakan Umar Patek di negeri itu.
Umar Patek digambarkan berusia 40 tahun, seorang Jawa keturunan Arab, dan dikenal luas di tiap badan intelijen di seluruh dunia. Ia diyakini sebagai wakil komandan lapangan dalam pengeboman di Bali yang menewaskan 202 orang, sebagian besar warga Australia.
Warga Amerika Serikat yang tewas dalam peristiwa itu ada tujuh orang. Namun, pemerintah AS menawarkan hadiah 1 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,6 miliar bagi peringkus Umar Patek yang juga dikenal sebagai "Arab kecil" .
Kabar penangkapan Umar Patek ini justru berasal dari para pejabat intelijen Indonesia dan Filipina. Namun, mereka sama-sama tak bersedia disebut namanya sebagai pemberi informasi.
Patek diyakini termasuk kelompok orang-orang Indonesia, Malaysia dan Filipina yang ikut latihan militer sekaligus bertempur di Afghanistan dan Pakistan tahun 1980-an dan 1990an.
Saat kembali ke Asia Tenggara, mereka mendirikan Jamaah Islamiyah, kemudian mengorganisir serangkaian bom bunuh diri dengan sasaran tempat hibruan malam, restoran, hotel dan kantor keduataan besar negara-negara Barat di Indonesia. Total korbannya mencapai 206 orang tewas.
Patek diperkirakan kabur ke Filipina selatan setelah bom Bali tahun 2002, bergabung dengan gerilyawan MILF pimpinan Abu Sayyaf.
Namun, ia diyakini juga tetap mengendalikan operasi Jamaah Islamiyah dari tempat tinggalnya. Penangkapannya di Pakistan menimbulkan teka-teki soal bagaimana mungkin buron teroris kelas kakap itu bisa menyeberangi tapal batas berbagai negara.
Pada Maret 2010, Patek diyakini berada di Provinsi Sulu, Filipina bagian selatan. Menurut Yayasan Jamestown, lembaga pengkaji kebijakan keamanan nasional di Washington, Patek merupakan komandan senior terakhir JI yang sangat berpengalaman.
Selain Patek, tokoh JI dari Indonesia yang diringkus adalah Hambali. Namun, sebagaimana Amerika Serikat di bawah rezim George W Bush, rezim Barack Obama juga tak terbuka soal Hambali. Ia hanya disebutkan sedang dikurung di penjara Guantanamo Bay, Kuba. Indonesia sama sekali tak punya akses terhadap warga negaranya.
10 Previous News in Berita Manca Negara
- Benarkah Jackie Chan Meninggal?
- Jimat Khadafi Berupa Perawan?
- Debu radioaktif Fukushima merembet hingga Indonesia?
- Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan
- Satu Lagi Bukti Keterkaitan Amerika Dengan Tragedi Gempa Haiti
- Kaisar Akihito Cemaskan Rakyatnya
- Wow, Anjing Ini Seharga Rp14 M
- WHO Keluarkan Panduan Bahaya Radiasi Nuklir
- Tangkal Radiasi, Garam dan Yodium Dicari
- Semangat Bangkit Orang Jepang Luar Biasa
10 Next News in Berita Manca Negara
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- Ingin Jadi Penjelajah Waktu, Siswi Bunuh Diri
- Glass Beach, Pantai Berpasir Kaca di California
- Kejadian Langka, Ketika Negara Gurun Pun Ketiban Salju
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Israel Meralat: Rencana Serang Iran Masih Jauh
Comment for Intel: Umar Patek Diringkus di Pakistan
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


