..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
300 Remaja Pakistan Dilatih untuk Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri
Saturday; 09 April 2011 [Hanin Faiha Aqilah Fatien] - Berita Manca Negara Reads : 74

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD - Seorang remaja, yang merupakan salah satu pelaku bom bunuh diri di Kuil Sufi di Islamabad yang menewaskan sedikitnya 50 orang dan 100 lainnya luka-luka di provinsi Punjab, Pakistan minggu ini, mengatakan Jumat (8/4) bahwa tidak kurang dari 300 remaja telah dilatih untuk melakukan penyerangan.
Omar Fidai, 15 tahun mengalami luka-luka usai bom bunuh dirinya di kuil sufi di Dera Ghazi Kabupaten Khan pada 4 April lalu. Menurut saluran TV Pakistan, ia dilatih di daerah suku Ali Mir bersama dengan 300 lainnya pembom bunuh diri.
"Saya mengajukan permintaan maaf saya kepada keluarga kerabat mereka yang telah dibunuh. Anak-anak yang siap melakukan serangan untuk bom bunuh diri di pusat pelatihan harus menolak untuk menargetkan Muslim, karena sebagai Islam tidak mengizinkan hal itu," kata Fidai di tempat tidur rumah sakit .
"Pesan saya kepada para pembom di pusat pelatihan Taliban adalah untuk meninggalkan pusat pelatihan, mereka yang tidak siap untuk serangan syahid tetapi serangan bunuh diri yang dilarang dalam Islam," katanya menambahkan.
Dia mengatakan para guru digunakan untuk memberitahu para peserta pelatihan di pusat pelatihan di daerah suku Waziristan Utara bahwa mereka akan dikirim ke Afghanistan untuk serangan bunuh diri. Fidai mengatakan bahwa dia dihubungi oleh salah satu pemimpin Taliban - Qari Zafar - setelah dia keluar dari sekolah di Utara Waziristan.
Zafar mengatakan kepadanya bahwa ia harus menjadi pelaku bom bunuh diri karena dia akan pergi ke surga setelah dia melakukan serangan. Dia mengatakan bahwa Mulla Sangin dari Afghanistan, yang diasosiasikan dengan Tehrik-e-Taliban Pakistan, bertanggung jawab atas pusat pelatihan tersebut.
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Xinhua-OANA
10 Previous News in Berita Manca Negara
- Pesona Danau Taupo
- Ledakan Lukai 17 Polisi
- Intel: Umar Patek Diringkus di Pakistan
- Benarkah Jackie Chan Meninggal?
- Jimat Khadafi Berupa Perawan?
- Debu radioaktif Fukushima merembet hingga Indonesia?
- Sejarah Gelap Para Paus – Kejahatan, Pembunuhan, dan Korupsi di Vatikan
- Satu Lagi Bukti Keterkaitan Amerika Dengan Tragedi Gempa Haiti
- Kaisar Akihito Cemaskan Rakyatnya
- Wow, Anjing Ini Seharga Rp14 M
10 Next News in Berita Manca Negara
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- Ingin Jadi Penjelajah Waktu, Siswi Bunuh Diri
- Glass Beach, Pantai Berpasir Kaca di California
- Kejadian Langka, Ketika Negara Gurun Pun Ketiban Salju
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Israel Meralat: Rencana Serang Iran Masih Jauh
Comment for 300 Remaja Pakistan Dilatih untuk Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


