..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Lumpuhkan Internet Dua Negara, Nenek 75 Tahun Curhat
Wednesday; 13 April 2011 [Lee Kim Phing] - Berita Manca Negara Reads : 74

Georgia - Masih ingat dengan seorang nenek di Georgia yang memutus koneksi internet di dua negara? Sang nenek yang teridentifikasi bernama Hayastan Shakarian itu kini telah ditangkap aparat, namun mengajukan pembelaan bahwa dia tidak bersalah.
Ulah Shakarian memang menghebohkan, di mana dia memotong kabel fiber optik dan membuat ribuan user internet di Armenia dan Georgia gagal online. Si nenek pun curhat bahwa dia tidak tahu apa-apa mengenai internet.
"Aku tidak memotong kabel ini. Secara fisik, aku tidak bisa melakukannya. Aku juga tidak mengerti apakah internet itu," ucap sang nenek berurai air mata, seperti dilansir AFP dan dikutip detikINET, Selasa (12/4/2011).
Nenek Shakarian tinggal di sebuah desa miskin di wilayah Armazi, sekitar 15 km dari ibu kota Tbilisi. Dia saat ini sedang diproses di pengadilan dan terancam hukuman 3 tahun penjara jika terbukti bersalah.
"Ibuku tidak bersalah. Dia menangis sepanjang waktu. Dia sangat ketakutan," tutur anaknya, Sergo Shakarian.
Namun meski mengaku tidak bersalah, Kementerian Dalam Negeri Georgia memastikan bahwa si nenek sudah mengaku perbuatannya merusak kabel fiber optik. Insiden ini telah menarik perhatian dunia dan banyak dibicarakan di forum online.
Beberapa pihak kasihan pada nenek Shakarian. Mereka mengusulkan dia tidak dihukum mengingat usianya yang renta dan ketidaktahuannya mengenai akibat perbuatan itu.
Akan tetapi memang dampak dari ulah sang nenek amat signifikan. Perusahaan pemilik kabel, Georgian Railway Telecom, menyatakan kerusakan membuat 90% user internet biasa dan korporat di Armenia kehilangan akses selama 12 jam.
( fyk / rns )
10 Previous News in Berita Manca Negara
- Astaghfirullah, Tentara AS Nistakan Alquran!
- Pengunjung Swalayan Diberondong, Tujuh Tewas 11 Luka-luka, Penembaknya Bunuh Diri
- Pria Bersenjata Bantai 10 Buruh Bangunan di Pakistan
- 300 Remaja Pakistan Dilatih untuk Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri
- Pesona Danau Taupo
- Ledakan Lukai 17 Polisi
- Intel: Umar Patek Diringkus di Pakistan
- Benarkah Jackie Chan Meninggal?
- Jimat Khadafi Berupa Perawan?
- Debu radioaktif Fukushima merembet hingga Indonesia?
10 Next News in Berita Manca Negara
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- Ingin Jadi Penjelajah Waktu, Siswi Bunuh Diri
- Glass Beach, Pantai Berpasir Kaca di California
- Kejadian Langka, Ketika Negara Gurun Pun Ketiban Salju
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Israel Tangguhkan Sidang Ketua Parlemen Palestina
- Israel Meralat: Rencana Serang Iran Masih Jauh
Comment for Lumpuhkan Internet Dua Negara, Nenek 75 Tahun Curhat
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


