..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Tak Sabar Antre Anggota DPR Dorong Petugas Bandara
- Berbagai Peluru Polisi Jerat John Kei
- Melihat Biaya Tersembunyi Dalam Membeli Pesawat
- Kejadian Langka, Ketika Negara Gurun Pun Ketiban Salju
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk
- Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Akhirnya, Mobil Murah Daihatsu Meluncur Tahun Ini
- Toyota 86 Masuk Indonesia Juni 2012
- Mobil termurah jadi yang termahal
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
- Ups.. Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
IHSG Sideways, Buru ASII, BBCA dan BBRI
Tuesday; 22 November 2011 [Mukofa] - Ekonomi dan Keuangan Reads : 64

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (22/11) diperkirakan bergerak sideways. Buy on weakness saham-saham kapitalisasi besar ASII, BBCA dan BBRI.
Pengamat bursa saham AAA Securities Helmi Therik memperkirakan, tak hanya IHSG yang bergerak dua arah. Namun juga bursa saham seluruh dunia. Hal ini disebabkan belum adanya garansi penyelesaian krisis kredit di Eropa.
Pada situasi seperti ini, membutuhkan intervensi dari semua bank sentral. “Misalnya pembelian obligasi yang mau jatuh tempo oleh bank sentral,” ujar Helmi ketika dihubungi, kemarin.
Jika hanya melakukan pengetatan yang sulit, ruang gerak fiskal juga masih tetap terbatas. Apalagi, Bank Sentral Eropa (ECB) meminta bank-bank sentral Eropa juga menjaga inflasi. Yakni dengan mengendalikan uang beredar sehingga tidak berlebih. “Akibatnya, bank sentral sulit mencetak uag untuk belanja obligasi negara,” lanjutnya.
Meski hasil data-data perekonomian baik, faktor resiko yang tinggi di Eropa ini menyebabkan indeks bergerak sideways dan cenderung volatile. Helmi menilai, situasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk trading, baik big cap maupun small cap. “Buy on weakness saham Astra International (ASII), Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI),” katanya.
Saham ASII dipilih Helmi karena kinerja kuartal ketiganya baik. Hal tersebut menyebabkan valuasi ASII sangat terdiskon terhadap fair value-nya.
Sedangkan untuk saham perbankan, dipilih karena inflasi dan suku bunga rendah. Bank pun berpeluang untuk ekspansi kredit. Pada beberapa bank yang efisien overhead cost-nya, penurunan suku bunga kredit untuk memacu volume belum mengganggu kecukupan modal (CAR). [mdr]
10 Previous News in Ekonomi dan Keuangan
- Is it the end of Euro?
- Di Bidang Ekonomi, Indonesia Kian "Terjajah"
- Bisnis Korporat Industri Finansial Market Data Bisnis yang Lahirkan Orang Kaya Baru RI
- Siapa Lebih Untung, Mandiri atau BCA?
- China Tuding AS Penyebab Perang Mata Uang
- China Naikkan Tingkat Suku Bunga 25 Bsp
- China Jadikan Solo "Kota Maskot Dagang"
- Harga Apartemen Orchid Melonjak (Palembang)
- Gaji Bank RI Dibanding Malaysia dan Singapura
- Harga emas mencapai rekor
10 Next News in Ekonomi dan Keuangan
Comment for IHSG Sideways, Buru ASII, BBCA dan BBRI
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


