..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Tak Sabar Antre Anggota DPR Dorong Petugas Bandara
- Berbagai Peluru Polisi Jerat John Kei
- Melihat Biaya Tersembunyi Dalam Membeli Pesawat
- Kejadian Langka, Ketika Negara Gurun Pun Ketiban Salju
- Belum Sempat Nyusup ke Iran, Pesawat Pengintai Israel Sudah Jatuh
- Bayi Gigit Kepala Ular Hingga Putus
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Indonesia Kalah, Sejumlah Penonton Ngamuk
- Timnas Indonesia Sempat Berlatih di Lapangan Berkerikil
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Akhirnya, Mobil Murah Daihatsu Meluncur Tahun Ini
- Toyota 86 Masuk Indonesia Juni 2012
- Mobil termurah jadi yang termahal
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
- Ups.. Makanan Berpestisida Bisa Bikin Pria Berubah Kelamin
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Montesquieu dan Awal Sejarah Politik Modern
Wednesday; 18 January 2012 [Lee Kim Phing] - Teknologi dan Sejarah Reads : 30

Jakarta - Konon, Tuhan memberikan kekuasaan mutlak kepada orang yang dipilih yang disebut raja. Namun seiring perkembangan, terjadi pemberontakan terhadap kediktatoran raja. Hingga muncullah politik modern dengan ditandai runtuhnya kedaulatan Tuhan melalui Raja menjadi kedaulatan rakyat.
Salah satu diantara yang mendobrak kediktatoran Raja ialah Charles-Louis de Secondat, Baron de La Brde et de Montesqu atau biasa disebut dengan Montesquieu. Terlahir pada 18 Januari 1689 atau 323 tahun lalu, kini pemikiran Montesqu dipraktikkan dalam berbagai variasi di hampir separuh belahan dunia.
"Ia terkenal dengan teorinya mengenai pemisahan kekuasaan yang banyak disadur pada diskusi-diskusi mengenai pemerintahan dan diterapkan pada banyak konstitusi di seluruh dunia," tulis Wikipedia.net seperti dikutip detikcom, Rabu, (18/1/2012).
Belakangan, orang banyak mencampuradukkan pemikiran Montesquieu dengan filosofis politik Inggris, Jhon Locke yaitu tentang pemisahan kekuasaan. Namun, lebih tepat jika disebut Montesquieu terinspirasi dengan pemikiran John Locke.
Jhon Locke menulis gagasanya di bawah tanah. Dia sebagai bangsawan Inggris tidak berani memublikasikan idenya. Lalu tulisan ini menjadi inspirasi baron, atau penguasa tanah Perancis, Montesquieu.
Di tangan Montesquieu, trias politica menjadi kata wajib bagi sebuah negara modern, yaitu ada kekuasaan legislatif, kekuasaan eksekutif dan kekuasaan yudikatif. Ketiganya mengalami model sesuai zaman dan negara yang menganutnya.
Meski tidak sempurna, namun gagasan ini menjadi sebuah konsep yang rasiional dalam perkembangan bernegara. Ada perwakilan rakyat, pelaksana dan ada pengawas/penghukum.
10 Februari 1755, sang tuan tanah ini menghembuskan nafasnya pada umur 66 tahun. Setelah 323 berlalu, pemikirannya terus berkembang dan mengalami modifikasi. Beberapa negara memberlakukan pemisahan secara ketat seperti Amerika Serikat. Namun Indonesia lebih memilih jalur tengah.
(asp/rdf)
10 Previous News in Teknologi dan Sejarah
- Konsep Mobil Listrik Murah dari Tata
- Touch Screen vs. Touch Free Screen
- Duo Ponsel Android Dual SIM dari Samsung
- Permintaan Tinggi, Samsung Bikin Galaxy S II Dual SIM
- Wi-Fi, Si Rakus Pemakan Energi Baterai
- Ahmad Wahib: Perbedaan Ilmuan Sains Alam dan Ilmuan Sains Sosial
- Pengguna Smartphone Meningkat, Begitu Pun Malware
- Aksara Jawa Segera Jadi "Font" Windows
- Indonesia Pertama Peluncuran MediaPad Huawei
- Juni 2012, Nokia Rilis Tablet Windows 8
10 Next News in Teknologi dan Sejarah
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
Comment for Montesquieu dan Awal Sejarah Politik Modern
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


