..:: Headlines ::..
Your Parent : Fajar Ponidi Sulaksono
Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Raksasa Ritel Inggris Boikot Produk Israel
- Bayi Terlahir dengan Enam Kaki
- Asia Kerap Langgar Sanksi Iran, AS Kesal
- FIFA: Deadline PSSI Hingga 15 Juni
- Pelatih Qatar: Usut Laga Timnas Indonesia vs Bahrain
- Aksi Gigit Pesilat Indonesia
- Kronologi Kabar Kematian Whitney di Twitter
- Ade Namnung Meninggal Dunia
- Tina Talisa, Dari 'Apa Kabar Indonesia' ke 'Fokus Pagi'
- Asteroid Seukuran Bis Nyaris Tabrak Bumi
- Intip Bandrol iPhone 4S di Indonesia
- Untuk Tablet, Intel Hadirkan Atom Z670
- Dibanderol Rp18,3 Miliar, Aston Martin One-77 Habis Terjual
- Rp826 Juta untuk Tebus Nissan Cima
- Sepeda Motor Ferrari Dilelang Rp1,5 Miliar
- Ayo Makan Tepat Waktu Biar Nggak Gampang Gendut!
- Awas...Terapi Gigit Ikan Juga Berisiko bagi Kesehatan, Lho
- Bukan Mitos...Wanita Lajang Sebaiknya Memang Kurangi Konsumsi Pisang Ambon
Kata Sambutan | Register | Lupa Password
Berbagai Peluru Polisi Jerat John Kei
Wednesday; 22 February 2012 [Mukofa] - Berita Nasional Reads : 31

TEMPO.CO , Jakarta -- Polisi menyiapkan sejumlah "peluru" untuk menjerat John Refra alias John Kei, tersangka pembunuhan mantan Direktur Power Steel Mandiri, Tan Harry Tantono, 45 tahun. John dibidik dengan pasal sangkaan pembunuhan berencana, pembunuhan, dan narkotik.
Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan penyidik kepolisian sudah menyertakan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana untuk lelaki kelahiran Pulau Kei, Tual, Maluku Tenggara, itu. Namun Rikwanto enggan menjelaskan temuan apa yang membuat penyidik yakin menyertakan pasal pembunuhan berencana itu.
"Kami melihat seluruh rangkaian, mulai pemesanan kamar hingga terjadi pembunuhan," kata Rikwanto di kantornya, Senin 20 Februari 2012. Yang jelas, kata dia, John berada di kamar tempat pembunuhan Tan Harry terjadi pada Januari lalu itu. "Polisi sedang mengusut peran John, apakah sebagai perencana atau sekadar turut serta."
Rikwanto mengatakan John datang ke Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, akhir Januari lalu, dan bertemu dengan korban. Sebelum pembunuhan terjadi, John dan Tan Harry sempat bercakap-cakap di sofa kamar 2701 yang disewa atas nama John. Di kamar itu, setidaknya ada dua rekan John yang juga punya masalah dengan Tan Harry.
Pengacara John, Tofik Chandra, membantah cerita polisi. Dia mengatakan kliennya hanya ingin memberi ucapan selamat Imlek. "Bung John belum sempat ucapkan selamat Imlek kepada Tan Harry," katanya.
Menurut Tofik, pertemuan kliennya dengan Tan di kamar 2701 terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Dua jam kemudian, atau pukul 22.30, datang sebelas anak buah John dan masuk ke kamar. John kemudian keluar dari kamar dan turun menggunakan lift.
CCTV merekam anak buah John berhamburan keluar kamar dengan tangan bersimbah darah setengah jam setelah berada di kamar John. Satu di antaranya bernama Candra.
Juru bicara Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, mengatakan Candra sudah diamankan polisi karena diduga berperan dalam pembunuhan Tan. Polisi akan membidiknya dengan pembunuhan berencana terhadap korban.
Selain dugaan pembunuhan berencana, John disangka menggunakan narkotik. Menurut Saud, ketika ditangkap pada Jumat lalu, John sedang berpesta sabu-sabu dengan aktris Alba Fuad di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. "Hasil tes urine John Kei positif menggunakan narkotik," ujar Saud di kantornya kemarin. Kasus ini, kata dia, sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Tuduhan ini dibantah penasihat hukum John, Djamaludin Koedoeboen. "Saya sudah bertemu dengan John, dan dia membantah menggunakan narkoba seperti yang dikatakan polisi," ujarnya kemarin. Djamal mengaku belum mengetahui hasil uji urine yang dilakukan kepolisian. Kliennya, kata dia, mengaku tidak mengetahui ada sabu di kamar hotel yang ditempati. "Mungkin memang ada sabu, tapi John tidak mengetahui."
Djamal menyatakan pihaknya akan membantah tuduhan ini di persidangan. Pertemuan John dengan Alba, kata Djamal, tak ada hubungannya dengan narkotik.
Kliennya menemui Alba untuk urusan telepon seluler. Alba membantu John memperbaiki ponsel kliennya di Singapura. Ponsel itu dititipkan kepada Alba tahun lalu. "Itu bukan pesta (sabu), Alba mengembalikan handphone John," ujar Djamal.
10 Previous News in Berita Nasional
- Melihat Biaya Tersembunyi Dalam Membeli Pesawat
- Umar Arsal Minta Maaf ke Golkar dan PKS
- Potret Mewahnya Pesawat Kepresidenan & Bobroknya Rumah Rakyat Miskin RI
- Ketika Orang Gila Membicarakan Pesawat Kepresidenan
- Pesawat Kepresidenan Tidak Membuat Indonesia Lebih Baik
- Beli Pesawat Presiden Lebih Efisien
- Jual Diri untuk Ongkos Besuk Suami di Penjara
- Lihat Anas di TV, Guru Ngajinya Beristigfar
- Anas: Serangan Adalah Vitamin untuk Kesehatan
- Kisah Tukang Sampah Indonesia di Stasiun Televisi Inggris
10 Next News in Berita Nasional
- Pesan SBY ke Keluarga Korban Sukhoi: Tuhan Punya Rencana
- JK: 2 Hal Penting untuk Pertimbangkan Beli Sukhoi
- Takmir Masjid Al-Azhar Kecewa dengan Komentar Wapres Soal Pengaturan Azan
- Wapres: Pengeras Suara Azan Perlu Diatur
- May Day, Ribuan Pendemo Siap Guncang Jakarta
- Perusahaan Istri Anas Tak Lagi Banyak Order
- Pagi Ini, Aceh Digoyang Gempa 4 Kali
- Cihui! Ada Tambahan 20 Unit KRL Eks Jepang
- Ini Draf Koalisi yang Disodorkan ke Gerindra dan Hanura
- Golkar-PDIP Kompak Tinggalkan Ruang Lobi
Comment for Berbagai Peluru Polisi Jerat John Kei
Untuk Mengisi Komentar Silahkan Login terlebih dahulu.


